Kamis, 24 November 2011

YAOI ALERT


Shonen-ai. Identik dengan  Fujoshi. Fujoshi, identik dengan Yaoi.

Kenapa saya tiba-tiba posting hal ini? Hm, karena saya baru saja menghapus blog saya yang lain karena terlalu pusing merawat banyak akun, saya meng-copas semua postingan saya dan rencananya akan di posting ulang di blog ini. Memiliki banyak akun di internet membuat saya merasa seperti menjadi seorang ibu yang setiap hari harus memantau satu demi satu apa yang sedang terjadi pada akun ini, akun itu dan blahblahblah.

o-o-o

Menjadi seorang Fujoshi bukanlah suatu kelainan, melainkan kesenangan. Karena obyek yang kita bicarakan adalah COWOK. Dua-duanya adalah cowok. Lain halnya jika ada perempuan yang menyukai percintaan antar sesama perempuan. Namun saya tidak akan membahas hal tsb.

Semua orang punya hak, misalnya temen cowok di kelas saya juga  ada yang menyukai shoujo-ai, alias cewek X cewek. Saya menghormati kegemaran dia, dan dia juga menghormati kegemaran saya sebagai seorang Fujoshi.

Namun, apabila dia berani memasangkan SAYA sebagai salah satu obyek fantasinya, itu adalah hal lain, dan yang jelas... hal itu tidak akan mungkin terjadi.

Tapi sebenarnya shonen-ai / boys-love / BL dan yaoi itu beda… beda jauuh!

FAKTANYA

BL dan Yaoi

Kata-kata yang nggak pernah lepas dari seorang Fujoshi. Perlu kita ketahui, BL (Boys Love) dan Yaoi beda banget! Yang dimaksud Yaoi adalah akronim dari tiga frase:

‘yama-nashi’ (tidak ada kelanjutan), ‘ochi-nashi’ (tidak ada penyelesaian), ‘imi-nashi’ (tidak ada makna).

Intinya, cerita yaoi adalah cerita yang hanya mementingkan hubungan seks yang dilakukan para karakternya. Yaoi secara harafiah lebih kasar dari Shonen-ai / BL. Jadi, BL itu belum tentu Yaoi.

Seme dan Uke

Seme : Istilah untuk menyebut partner dominan dalam BL. Memiliki arti harafiah ‘menyerang’. Tipe seme biasanya maskulin, dingin, tidak segan-segan untuk memaksakan kehendak, rasional, agresif.

Uke : Istilah untuk menyebut partner submisif dalam hubungan BL. Memiliki arti harafiah ‘menerima’. Tipe uke biasanya lebih emosional, bishounen, pasif, menurut pada sang seme.

Cara melihat siapa seme atau uke, bisa melihat dari nama pairingnya. Nama seme selalu di depan, sedangkan uke di belakang. Contoh : SasukexNaruto (berarti Sasuke adalah seme dan Naruto adalah uke)

Fujoshi dan Fudanshi

Fujoshi adalah sebutan dalam bahasa Jepang untuk para perempuan yang menggemari manga/novel yang menitikberatkan pada hubungan percintaan antar sesama laki-laki. Sedangkan Fudanshi adalah sebutan untuk para laki-laki.

Dan... Fudanshi itu jarang ditemui. Mereka itu bagaikan spesies langka yang harus segera di awetkan ketika ditemukan. Untuk dijadikan kenang-kenangan.

o-o-o

Menjadi Fujoshi, tidak 'harus' selamanya membaca kisah cinta antar sesama laki-laki.

Terkadang para Fujoshi masih membaca fiksi dengan pairing straight. Kalau saya biasanya pilih-pilih kalau baca. Kadang sesuai genre yang sedang diinginkan, kadang sesuai tokoh utamanya, kadang sesuai mood, tapi lebih seringnya sesuai summary. Kalau summary-nya sejenis kayak ,'Gak bisa bikin summary. Baca aja langsung' , saya nggak akan baca karena saya tidak tertarik. 

Pandangan pribadi

Kalau dari saya pribadi, sih, nggak masalah. Toh, mereka sama-sama manusia, mereka cuma mau diterima oleh masyarakat, nggak lebih. Tapi mungkin kalau dipikir lagi secara rasional, ketika kita menemukan rekan atau siapa saja dengan kondisi seperti itu, lebih baik terlebih dahulu diberi nasihat tapi jangan terlihat menggurui. Mungkin kayak dikasih pandangan kalau ajaran agama melarang hubungan sesama jenis.

Untuk masalah selanjutnya, biar mereka yang memutuskan. Toh, mereka sudah dewasa, sudah lebih bisa memberi keputusan yang terbaik buat diri mereka sendiri.

Kalau cara mereka telah memutuskan untuk menjalani kehidupan mereka sebagai seorang pelaku YAOI, ya sudah. Berikan pemakluman yang mungkin kedengarannya maksa seperti: "Cinta itu tak pandang bulu, cinta itu murni, cinta itu indah, jadi mereka nggak salah"

Mungkin bagi sebagian orang, mereka dianggap nggak normal. Tapi nggak akan ada yang namanya ‘normal’ kalo nggak ada ‘(ab)normal’.

Dulu saya pernah ilfeel dengan para pelaku yaoi sebelum saya mengenal fanfiction.

Saya amat-sangat berterimakasih kepada Fanfiction yang telah membuka pikiran saya.

Jadi, mohon bagi Anda yang tidak menyukai apa yang kami, para Fujoshi, sukai, mohon hargai dan hormatilah kami yang mungkin memiliki perspektif yang berbeda dengan Anda.

0 reaksi tertulis:

Poskan Komentar